PEMBERIAN SENYAWA KIMIA |
|
Diantara cara-cara pengawetan tersebut di atas pemberian senyawa
kimia sering
|
|
dipakai, walaupun kadang-kadang terjadi kesalahan. Cara yang
paling sederhana dan
|
|
dapat dipraktikkan ialah pemberian garam, asam dan gula. Tidak
sedikit bahan pangan
|
|
setelah perlakuan tadi kemudian dikeringkan, atau diasap.
|
|
Perlakuan khusus dengan
senyawa kimia, biasa pula akan
berdampak pada
|
|
hasil yang diperoleh. Dampak yang diharapkan adalah sebagai berikut:
|
|
1. Bahan kimia yang dapat meningkatkan hasil bahan dasar.
Contohnya ialah pestisida,
|
|
dan pemupukan. Pestisida akan hama, baik dilapangan maupun
digudang.
|
|
Pemupukan akan meningkatkan hasil panen;
|
|
2. Bahan kimia yang mampu mencegah kerusakan. Pandangan ini
berdasarkan
|
|
kenyataan dilapangan bahwa kerusakan pangan karena kegiatan
mikrobia, aktivitas
|
|
enzim, dan reaksi biokimia. Pemberian senyawa penghambat akan
dapat mencegah
|
|
proses pengerusakan tersebut. Oksidasi minyak akan menyebabkan
minyak menjadi
|
|
tengik, sehingga ditolak konsumen. Pemberian antioksidant akan
mencegah oksidasi
|
|
tersebut. Pemberian vitamin C dan isoaskorbat akan mencgah
kerusakan warna pada
|
|
berbagai produk yang disimpan dalam bentuk dingin. Demikian juga
pemberian
|
|
”chelating agent” untuk mengikat berbagai unsur yang memacu
oksidasi.
|
|
3. Bahan kimia dapat juga mempengaruhi cita rasa pada bahan
pangan seperti
|
|
”essence”.
|
|
4. Bahan kimia yang mampu memperbaiki kenampan pada pangan,
seperti pada roti.
|
|
Pengunaan senyawa khlorin dan pemucat telah banyak dipakai;
|
|
5. Bahan kimia yang dapat merubah atau memperbaiki tekstur
pangan. Contohnya ialah
|
|
pemberian monoglyserida
dan digliserida pada adonan roti.
|
|
6. Bahan kimia yang mampu meningkatkan nilai gizi pangan,
seperti pemberian vitamin
|
|
dan mineral. Saat penggilingan banyak kehilangan vitamin dan
mineral untuk itu perlu
|
|
ditambahkan pada bahan pangan agar bila dikonsumsi tidak
meyebabkan
|
|
kekurangan gizi. Pada saat sekarang ini konsumen beras memperolehnya dari heler
|
|
baik yang mobil atau tempat tetap. Heler ini bekerja memecah
kulit gabah, kemudian
|
|
kulit ari yang tertinggal dikikis. Lapisan aleuron yang kaya
akan vitamin dan berbagai
|
|
garam mineral tidak ada lagi. Konsumsi beras jenis ini dalam
jumlah yang banyak,
|
|
tanpa disertai pangan lain akan menyebabkan kekurangan berbagai
vitamin, seperti
|
|
vitamin B1. Kekurangan vitamin ini akan meneyebabkan pertumbuhan
pada bayi
|
|
terhambat, dan kelak akan menjadi anak yang kurang pintar.
Masalah ini harus
|
|
diatasi dengan pemberian gizi berimbang;
|
|
7. Bahan kimia yang dipergunakan pada prosesing makanan. Bahan
yang akan
|
|
difermentasi haruslah diberi perlakuan khusus.
|
|
8. Bahan kimia yang mempermudah pengemasan. Senyawa kimia
diberikan pada
|
|
bahan pengemas sehingga menjadi lebih elastis. Bahan yang
elastis akan dapat
|
|
dibentuk sesuai keinginan.
|
|
Pada pemberian senyawa kimia haruslah diingat efek yang dapat
ditimbulkan dari
|
|
bahan kimia tersebut terhadap kesehatan manusia. Hendaknya
dipergunakan senyawa
|
|
kimia sesuai dengan peraturan dan ketentuan pemakainannya.
|